Selesai Wukuf di Arafah, Jemaah Haji Mabit di Mina Sampai 13 Zulhijah

Jemaah haji Indonesia tengah menjalani fase menginap (mabit) di Mina, setelah wukuf di Arafah dan bermalam di Muzdalifah. Selain menginap, mereka juga melaksanakan lontar jumrah. Sebagian jemaah ada yang tinggal di Mina hingga 12 Zulhijah, ada pula yang sehari lebih lama.

“Jemaah yang mengambil nafar awal akan mabit di Mina sampai 12 Zulhijah, sementara itu jemaah yang mengambil nafar tsani akan mabit di Mina hingga 13 Zulhijjah,” kata Plh Biro Humas, Data dan Informasi, Wawan Djunaedi kepada wartawan, Senin (11/7).

“Saat ini juga sebagian jemaah ada yang telah melaksanakan Tawaf Ifadlah di Masjidil Haram sebagai salah satu rukun haji. Selama di Mina jemaah ditempatkan di tenda-tenda di bawah pengelolaan maktab. Jumlah maktab tahun ini sebanyak 44 maktab,” imbuhnya.

Wawan menyampaikan, selama di Mina, jemaah haji akan mendapatkan konsumsi 3 kali sehari, paling banyak 12 kali. Di sana pemerintah juga menyediakan layanan tenda Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) untuk memberikan layanan kesehatan, tanpa alat bagi jemaah sakit.

Selain itu, lanjut Wawan, jemaah haji juga harus memperhatikan jadwal lontar jumrah di setiap Kelompok Terbang (Kloter) yang berisi waktu dan jalur melontar. Mereka menempatkan Satgas Mina yang berasal dari PPIH Daerah Kerja Madinah ditambah sebagian petugas dari Daerah Kerja Makkah di setiap maktab.

“Pemerintah juga menyiagakan satgas P3JH atau Petugas Pertolongan Pertama Pada Jemaah Haji di terowongan Mu’aishim dan di lokasi Jamarah yang terdiri dari Petugas Pengamanan dari unsur TNI, Polri serta Dokter,” kata Wawan.

Bagikan:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Kantor Pusat Ardhian Umrah dan Haji Plus

Tersertifikasi oleh